mereka mungkin tidak tau betapa besar rasa sayangku kepada mereka, melebihi aku menyangi diriku sendiri, karena menurutku mereka teman yang pertama kali ku temui di fakultas ini dan terbilang sudah sangat dekat, tapi mungkin karena rasa sayang ku melebihi itu, aku bahkan tidak sadar kalau mereka telah membuatku kecewa lebih dari 3 kali sampai tak terhitung lagi, yang menurutku aku tidak merasakan kekecewaan itu, aku cerita banyak dan curhat banyak dengan mereka, aku cerita semua yang sebenarnya jadi rahasia buatku, tapi karena menurutku mereka adalah teman dekat yang ku sayang dan sudah sangat ku percaya aku bahkan menceritakan rahasiaku itu, saking percaya dan sayangnya aku sama mereka, sampai salah satu dari mereka aku ajak untuk kenal dan bertemu keluargaku.
entah mengapa mereka sampai segitunya kepadaku, aku mulai sadar bahwa mereka mengecewakanku lebih dari 3 kali bahkan tidak terhitung. mereka seakan tak menganggapku ada, saat mereka saling berbagi cerita tanpa aku tau apa yang mereka bicarakan dan mereka ceritakan walau sebenarnya cerita itu tidak penting sedangkan aku selalu berbagi cerita dengan mereka bahkan cerita tentang rahasiaku sekalipun, AKU KECEWA,
saat kerja kelompok sama-sama mereka tak pernah mendengarkan sedikitpun pendapatku, skalipun mereka dengar setelah itu mereka tertawa seakan ucapakn sebuah lelucon dan tidak penting kemudian mereka mengganti topik yang lain, seakan aku seperti orang terbodoh jika berada ditengah-tengah mereka,. belum lagi mereka sering membahas suatu topik yang hanya mereka yang tau dan menikmati topik itu tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku yang belum tentu suka dengan topik tersebut comtohnya
saat ingin menuju pesantren padang lampe, aku berusaha menyimpankan tempat duduk untuk 6 orang, sungguh itu tidak mudah, musti berkelahi mulut dengan teman-temanku yang lain yang juga duluan datang dan ingin duduk di bangku bus itu, ternyata orang yang aku simpankan tempat hanya berkata "nhia hujan, dak bisaka ke tempat busmu, di bus sini mi saja" lagi-lagi AKU KECEWA, namun kekecewaan itu ku tepis dengan selalu mengubah raut wajahku menjadi lebih ceria walau sebenarnya hati menangis, dan mulai menelfon mereka kembali "kesini mi, tunggu ka disitu sy bawakan payung" ucapku, sambil mencari pinjaman payung teman-teman yang ada di bus tapi rata-rata payungnya mereka pakai bahkan ada yang sudah menyimpan payungnya di dalam tas dan malas mengeluarkan payung tersebut dari tasnya, akhirnya ku terus mencoba mencari payung dan aku memberanikan diri meminjam payung sopir bus, syukurlah pak sopir bus mau meminjamkan payungnya, setelah payung ku pinjam segera aku berlari di lebat dan derasnya hujan, aku berlari dengan memakai payung menuju tempat mereka, tentunya sambil menghubungi mereka untuk menanyakan dimana keberadaan mereka, mereka hanya menjawab "di bawah mesjid berteduh" segera aku berlari dan menemui mereka, akupun membantu mereka mendorong koper salah satu dari mereka, sekaligus memayungi mereka, sambil memakai payung ternyata hujan mulai reda, akupun menutup payung itu dan hanya fokus membantu mereka membawa koper dan tas yang berisi baskom, sampai di bus tempatku menyimpankan bangku untuk mereka akupun meminta bantuan sopir bus utnuk mengangkatkan koper dan barang-barang mereka, merekapun segera duduk dengan rapi dan cantiknya, syukurlah tempat itu tidak sia-sia ku simpan untuk mereka, dan AKU hampir KECEWA, kemudian sesampaiya di pesantren padang lampe, mereka turun dan mengambil tas mereka tanpa peduli dan mau membantuku mengangkat tasku, untung saja teman-teman sejawatku yang cowok mau menolongku mengangkat tas, saat di dalam mesjid padlam mereka sudah duduk dengan cantiknya, dan pada akhirnya saya dipisahkan di tempat duduk cewek yang halangan/haid karena tidak dibolehkan duduk di tempat sholat.
saat mulai mengambil kamar, kami dibagikan kamar oleh panitia, tapi karena sungguh aku ingin sekamar dengan mereka maka pembagian kamar aku hiraukan, aku mengajak mereka untuk satu kamar dengan ku, namun saat perjuanganku untuk membawa mereka sekamar denganku dianggap mustahil aku tetap berusaha meyakinkan mereka, saat mereka akhirnya sekamar denganku tiba-tiba ada suatu hal aneh terjadi, sungguh aku ingin bersama kalian semua tanpa harus ada yang terpisah, kucoba untuk berusaha tetap bersama mereka dan mendengar mereka berkata bahwa mereka tidak ingin pindah membuatku berusaha lebih maksimal lagi, saat aku berusaha membuat pertahanan agar kami tidak pindah dari kamar itu ternyata mereka sendiri yang tidak mendukung usahaku, ternyata mereka akhirnya pindah tanpa memikirkan bagaimana aku berjuang agar kita tidak pindah sungguh disini puncak KEKECEWAANKU, jujur aku tidak ingin merepotkan orang di kamar tempat kami akan pindah dan mereka dengan sedihnya berkata di depanku kalau mereka tidak ingin pindah dan saat aku berusaha membuat mereka tidak pindah ternyata mereka dengan santai mengangkat tas mereka, kalau aku tau kalian ternyata mau pindah untuk apa aku buang-buang waktu dan tenaga mempertahankan tempat itu dengan harus marah-marah, kali ini sungguh AKU SANGAT KECEWA, lebih ekstrimnya lagi mereka pindah tanpa peduli apa muat kita semua di kamar itu, kali ini aku mengalah, aku yang pisah dengan mereka, bukannya membantuku tapi ternyata mereka merelakan aku untuk pindah, itukah balasannya kalian terhadap apa yang telah ku perbuat untuk kalian, disini puncak KEKECEWAANKU, untuk salah seorang teman sejawatku membantuku pindah dan mengajakku untuk sekamar dengan mereka namun semalam bersamanya aku nyaris ketahuan pindah kamar oleh bunda yang mengajarku, membuatku segera kembali ke kamar tempat mereka pindah, ternyata bukannya menyambut atau menghiburku mereka hanya diam melihatku datang, dan mulai memecahkan keheningan itu dengan suara yang nyaris kompak "kenapa ko datang disini? sy kira pindah mko" itu balasan ucapan buatku.. hatiku hanya berkata makasih telah berkata begitu, walaupun mereka mengatakan ucapannya bercanda tapi sungguh candaannya itu membuatku berfikir itu suatu ungkapan isi hati yang sengaja dibuat bercanda agar aku tidak tersinggung, aku pun hanya tertawa dan tersenyum walau sebenarnya hati ini menangis, sudah dimarahi bunda, sambutan mereka terhadapkupun seperti itu, inikah namanya teman dekat yang ku sayang?, aku hanya berkata "hahaha na marahi ka bunda, dy suruhka kembali ke kamar semula". mungkin aku menyusahkan bhkan sangat menyusahkan mereka, aku sadar itu, namun sekarang aku sangat sadar kalau mereka tidak menginginkan ku lagi untuk berada ditengah2 mereka, sejak saat itu aku berusaha mencoba melakukan aktivitasku sendiri, aku mencoba tidak menyusahkan mereka, sampai aku berusaha pergi sendiri, makan ke kantin sendiri sholat sendiri ke mesjid, saat aku mulai berhasil melakukannya mereka datang dan berkata "ini nia toh selaluki na tinggalkan, duluan mko deh.." akupun melakukannya tapi aku sadar mereka tetap orang yang ku anggap sebagai teman dekatku yang ku sayang, aku pun mulai mencoba menunggu, dan ingin bersama-sama mereka lagi tapi ternya mereka yang meninggalkan ku, sampai muncul ungkapan "kan kau juga sukako tinggalkan ki", mendengar itu semua membuatku ingin menjelaskan sesuatu, tapi apa, saat aku mulai menjelaskan itu kalian mengabaikan ku dan tidak peduli dengan ucapanku seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri, sekali lagi makasih ya atas kekecewaan ini.
skarang tepat tanggal 5 mereka berkata aku yang mengecewakan mereka "ko tau nia kecewa skalika tadi sama kau" belum lagi mereka berfikir dan mendugaku berbohong kepada mereka karena tidak mengikuti kajian, "nia itu kk mentoringmu baru datang kenapa pulang mkw kau? ternyata dak ikutko kajian 2 toh'' "halooo assalamualikum, bate ku itu bagi waktu, nyiar, kajian 1 di pelataran mesjid, truz kajian 2 di lantai 3, trus kalian bilangi ka berbohong kalau saya tinggalkan kajian 1 untuk pergi kajian 2 karena tepat selesai ashar kk mentoringku yang sesunggunya datang trus disitu saya pulang karena sebelum kk mentoringku yang sesungguhnya datang, ada kk mentoring pengganti yang datang dan disitu saya ikut kajian, kalian betul-betul", TERSERAH hanya tuhan yang mengerti dan tau semuanya, akusudah berusaha menjelaskan tapi kalian hanya mentertawakan ucapanku, kalian pikir itu lelucon, asal kalian tau aku tertawa di depan kalian, langsung membuat suasana lucu, lagsung mengajak kalian berbicara walau sebenarnya kalian tak ingin berbicara dengan ku, mencoba tertawa bersama, tapi sebenarnya aku menangis melihat kalian yang tidak pernah mengerti bagaimana cara menghargai teman..
SAYS : PERLAKUKAN TEMANMU/SAUDARAMU SEPERTI KAMU INGIN DIPERLAKUKAN.. HARGAI TEMAN/SAUDARAMU SEPERTI KAMU INGIN DIHARGAI......