“Jodoh di tangan tuhan”, kalimat yang tak asing di telinga kita,
kalimat ini banyak memunculkan presepsi, salah satu contoh presepsi yang
diucapkan seorang teman seperjuangan gue di fakultas farmasi yaitu “dapat jodoh
merupakan pilihan” tapi menurut gue dapat jodoh itu seperti game onet (tetap
berjuang & gak nyerah sampe benar2 dapat pasangan yang cocok), seperti
halnya mencari jodoh, menjadi jomblo juga merupakan pilihan dan bagi sebagian
orang, (10% diantaranya teman seperjuangan gue di farmasi) jomblo
merupakan nasib. Setelah penelitian lebih lanjut pada banyak sampel jomblo,
dapat disimpulkan bahwa tidak semua jomblo sama.
Gue punya
teman insial namanya A dan D, gue sebut dia sebagai jomblo kongenital karena A dan D tidak punya pacar sejak lahir, nah hal
ini bisa jadi merupakan suatu pilihan dan bisa merupakan suatu nasib. Menurut
teman gue yang berinisial A ini merasa tidak masalah dengan hal tersebut karena
katanya dia bisa beradaptasi dengan kondisi ini, tapi disisi lain teman gue
yang berinisial D menganggap kondisi ini sebagai kutukan, “mungkin karena waktu
kecil si D pernah mengganggu kucing kawin”.
Gue juga
punya teman inisial namanya E, gue sebut
dia sebagai jomblo
akut yaitu
keadaan baru putus dari pacar kurang dari 6 bulan, berbeda dengan teman gue
yang inisial namanya Y, gue sebut dia sebagai jomblo kronik
yaitu keadaan putus dari pacar yang sudah berlangsung lebih dari 6 bulan. Batas
akut dan kronik disini hanya sebagai patokan kasar saja, karena berhubungan
erat dengan gejala-gejala pasca putus seperti KANGENITIS yang menyebabkan penurunan nafsu makan dan GALAUKOMA yang
menyebabkan mata merah dan berair.
Nah sekarang
gue mau cerita tentang teman gue yang inisial namanya M, gue sebut dia sebagai jomblo patologis, yah M telah memiliki modal yang baik seperti tampan, cerdas, ramah,
supel tapi tidak punya pacar walau sudah berusaha mencari jodoh bertahun-tahun,
pasti kalian bertanya “loh kok bisa kayak gitu?”, gue juga gak tau, makanya
perlu dicari etiologi patologis pada M, apabila kondisi patologis tersebut
sudah ditemukan dan ditangani, secara teori M akan ringan jodoh.. tepuk tangan
(prok prok prok), namun ada juga teman gue yang inisial namanya C, gue sebut C
sebagai jomblo
fisiologis, yah C sama dengan M memiliki
modal yang baik seperti yang tertera di atas, tetapi tidak ingin pacaran atas
dasar keinginan sendiri. (ya tawwa ya tawwa)
Kalau teman
gue yang satu ini inisial namanya J, kalau jomblo yang satu ini istilahnya Darwinian Law Jomblo (Jomblo
berdasarkan seleksi alamiah), yaitu jomblo yang memang diakibatkan karena
tampangnya berbanding terbalik dengan jomblo patologis dan fisiologis, tidak
merawat diri, kepribadian tidak menarik, serta kalau ngomong tidak pernah
mempertimbangkan penggunaan korteks otaknya. (ehm pantas)
Teman gue
yang satu ini inisial namanya G, gue sebut dia sebagai Jomblo sekunder, yaitu keadaan putus dari pacar karena terlalu sibuk
dengan kegiatan sendiri sehinga pacar terabaikan, jenis ini cukup tinggi angka
kejadiannya tetapi termasuk jomblo yang bisa diprevensi. ada juga kondisi
jomblo yang yang memang sudah wajar terjadi, misalnya pada kondisi di putusin
pacar karena suka bertindak kasar baik dalam perkataan maupun perbuatan,
merupakan kondisi jomblo
dengan suspek keganasan, kalau tidak
dihentikan malah hubungan ini akan berbahaya bagi kedua belah pihak.
Ada juga nih teman gue yang inisial namanya S, gue
sebut S sebagai jomblo berat dengan ciri
psikotik karena pada kondisi ini S yang sebenarnya lajang, tapi mengaku-ngaku ke
semua orang kalau dirinya punya pacar. (aduh aduh ckckckck amnesia yah? Atau
sengaja biar mantannya cemburu?) :D
Nah teman
gue yang satu ini inisial namanya P, gue sebut P sebagai jomblo rekuren yaitu kondisi dimana P putus dengan pacarnya dengan
riwayat putus nyambung berulang dengan orang yang sama (batas bawah: 3 kali
putus nyambung), nah kalau sudah begini kayaknya perlu dilakukan terapi berupa
konseling dan psikoterapi suportif dari sejak masa pacaran, karena jomblo
rekuren yang tidak segera ditangani berisiko tinggi menimbulkan
ketidakharmonisan rumah tangga bila menikah.
Ehm pasti sempat terlintas dibenak kalian “apa pemicu
sehingga sesoran menjadi jomblo?”, pemicu seseorang menjadi jomblo ada beberapa
macam, yaitu
Ada sepasang kekasih yang hubungannya
tampak baik-baik saja, lalu tiba-tiba putus tanpa seorang pun tahu alasannya,
ini bisa dikategorikan sebagai jomblo idiopatik yang dialami teman gue berinisial SH, jomblo jenis
ini biasanya terjadi secara sporadik dengan prevalensi yang belum diketahui
pasti. Percuma mempertanyakan penyebab putus pada jomblo idiopatik, karena
mereka juga akan sulit menjelaskan lebih dari kalimat “gak cocok aja sih”.
Hal
lain yang cukup umum sebagai penyebab berakhirnya suatu hubungan adalah karena perbedaan
prinsip seperti yang dialami teman gue namanya berinisial I, yang bisa disebut sebagai jomblo-antibody-antigen-mismatch-syndrome. Ada juga
orang yang putus dari pacarnya karena keterlibatan pihak ketiga yang dialami
teman gue berinisial L, yang bisa kita sebut sebagai jomblo e.c. corpus alienum.
Itulah tadi
beberapa hasil penelitian dari kasus beberapa orang Jomblo yang menjadi sampel
penelitian, 90% diantaranya teman-teman gue hehe, nah kira-kira kalian termasuk
kategori jomblo apa?
some people said: sorry yah, gue udah
punya pacar :P..
gue jawab: berarti loe
termasuk jomblo berat dengan ciri psikotik..
Some people said: terserah loe, trus loe
sendiri termasuk kategori jomblo apa?
Gue jawab: gue bukan jomblo.. tapi
single :D, kenapa loe nanya-nanya, naksir sama gue yah?
Pasti kalian akan jawab : (tolong, gak usah
dijawab) GR loe plus PD abisssss
Hahahahaha biarmi
tawwa
^_^.. tunggu
karya berikutnya yah! Bye bye sampai jumpa
lagi.. <3 u
kunjungi blog saya yach teman2 di http://chaniaj.blogspot.com
BalasHapusbanyak artikel yang bisa anda baca,kunjungi juga situs kami http://www.oliviaclub.com
poker indonesia, poker terpercaya, situs poker, poker terbesar, dewa poker, texas poker, poker club,poker online indonesia,
poker online, turnover poker.
https://www.facebook.com/oliviaclubpk?ref=hl
https://www.youtube.com/watch?v=nZeVknRm8fQ&feature=youtu.be ( OLIVIA)
https://www.youtube.com/watch?v=4O3DiOiiOf8
diharapkan kunjungan baliknya yach,,makacih...