Nhia share

Nhia share

Jumat, 26 April 2013

ANTARA TUGAS, REFRESHING DAN TIDUR



Ingat masa-masa sekolah dulu, kalau gue ingin begadang, orang tua gue  gak ngebolehin, mereka malah menyuruh gue untuk tidur  siang disaat gue lagi asik-asiknya ngegosip bareng teman-teman gue.  Menginjak usia remaja, gue sudah bisa begadang loh, melampiaskan ketidak mampuan gue untuk begadang di masa kecil dan mulai menganggap tidur sebagai suatu opsi, tidur malam bila ngantuk, tidur siang bila mau.

                Namun ketika sudah memasuki masa kuliah, kondisi berbalik, kita mungkin harus begadang untuk menyelesaikan tugas walaupun tidak ingin, sebagai akibatnya, kegiatan atau pekerjaan sering disalahkan sebagai penyebab pisah dengan ranjang tercinta “gara-gara banyak kerjaan, gue jadi kurang tidur” sebaliknya, seringkali juga tidur berlebihan (atau ketiduran) disalahkan sebagai penyebab batalnya suatu pekerjaan yang ingin dilakukan, yang sering terucap dalam keluhan “sial, gara-gara kebablasan tidur, gue jadi gak belajar dan ngerjain tugas!”

                Lalu bagaimana nasib anak farmasi dalam hal pemenuhan kebutuhan tidur? Hanya satu kata yang bisa mendeskripsikan “tragis”, sebagai kaum yang menjalani aktivitas pendidikan (baca: belajar dan membuat tugas) membuat tidur tampaknya mulai menjadi kebutuhan tersier, bila tidak terpenuhi ya sudah wajar.. kalau sampai terpenuhi ya.. coba dicek lagi, mungkin saja ada tugas yang terlewatkan..


                Anak farmasi dikenal sebagai makhluk yang tidak setia terhadap sang tidur, tidak jarang anak farmasi begitu merindukan tidur sampai ke lubuk hati terdalam ketika terlalu sibuk.. bila sedang sial anak farmasi bisa mengalami paket kombo dengan tumpukan lab sampai 9 lab sementara dalam seminggu hanya ada 7 hari, paket kombo berupa ketik TP menggunakan mesin ketik manual dari ke 9 lab ini, mengerjakan laporan dari ke 9 lab ini (baca: belum terhitung pantulannya), belum lagi tugas dari dosen di fakultas.. rasanya seperti kerja paksa di zaman penjajahan, namun setelah kerja paksa ini usai muncul rasa kepuasan sendiri dari lubuk hati yang paling dalam, paling tidak anak farmasi mulai merdeka, setelah kerja paksa tersebut usai, akhirnya seorang anak farmasi sujud syukur dengan berurai air mata bahagia dan bersumpah di dalam hati “akhirnya gue bisa tidur, gue akan tidur lelap malam ini”, pada kondisi ini ekspresi wajah-wajah anak farmasi menjadi mirip ekspresi wajah pekerja paksa rodi pada jaman penjajahan Belanda dulu.

                Namun jika sudah duduk manis di atas kasur tiba-tiba terjadi halusinasi audiotori, berupa pertentangan antara bantal yang mulai berteria-teriak “ayo tidur, ayo tidur” dan komputer atau laptop yang menggoda “ayo browsing dulu sebentar, main game, pasang status facebook atau lihat postingan di nhiashare.blogspot.com, cukup 15 menit aja deh, habis itu baru tidur”, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak anak farmasi yang mengkhianati sang tidur dan memilih untuk refreshing “sebentar” dengan browsing sebelum tidur, dimana “sebentar” adalah suatu variabel yang bervariasi mulai dari yang minimal satu jam (jarang terjadi) hingga lima jam.

                Sebaliknya, sang tidurpun tak jarang mengkhianati anak farmasi, bukan rahasia lagi bahwa waktu favorite anak farmasi untuk mengerjakan tugas-tuganya adalah di malam hari, saat dimana godaan untuk beristirahat begitu besar, dalam keadaan penurunan kesadaran seorang anak farmasi akan mengalami halusinasi hipnagogik, yaitu halusinasi yang terjadi akibat kesalahan presepsi sensorik pada saat sebelum tidur, mendengar suara-suara yang menggoda dengan penawaran brilian “udah capek kan? Ayo tidur sebentar aja, 15 menit aja, habis itu bangun lagi” ataupun “percuma kerjain tugas kalau kondisi ngantuk begini, mendingan tidur dulu, nanti bangun jam 3 pagi terus lanjut lagi ngerjain tugasnya, kalau pikiran segar, tentunya ngerjain tugas akan lebih semangat dan efektifkan?”

                Kelanjutannya bisa ditebak, anak farmasi tidur sampai pagi, bantal kena aliran deras saliva, dan sang alarm yang gagal membangunkan menjadi kambing hitam..

Penyakit anak farmasi.. cekidot!

Panel 1 : “Aduh.. tugas gue banyak banget.. deadline mampet, belum ngerjain apapun.. tolong dong.. tolong” (wajah memelas dan tak tau harus berbuat apa)

Panel 2 : Tarik nafas dalam dalam dan tenangkan fikiran dan melihat jam.. Beberapa menit kemudian setelah berfikir

“tunggu, masih ada waktu, kalau gue kebut kayaknya gue bisa kerjain semuanya sekaligus, ada bagusnya kalau gue tidur sekarang.. hohoho”

Pasang alarm jam 03.00.. dan segera tidur..

Panel 3 :Alarm bunyi – 03.00.. saliva mengalir deras pada bantal membentuk pulau sumatra, (dengan mata yang masih sayup-sayup seakan ada 5 ton batu yang bergantung pada bulu mata)“grooaaaa ohaaaaaamm masih ngantuk banget, kayaknya kerjaannya bisa ditunda besok aja kali ya.. zzzzzZ” tidur kembali...

(esoknya kembali ke panel 1) begitu seterusnya.. (tugas gak selesai-selesai)

tunggu karya berikutnya yah, selanjutnya gue posting yang lebih seru..  Bye bye sampai jumpa lagi.. <3 u


1 komentar:

  1. hahaha pas banget tuh, penyakitnya ada di gue semua, dan faktanya emang gitu.
    Gue ngikutin dari awal, jujur, suka penasaran nih ama apa yang bakal di bahas berikutnya. Dan kagak nyesel nungguin juga. Pemilihan katanya keren, plesetannya unik. Gue penasaran siapa sih yang nerbitin. Dan ternyata nemu juga nih blog setelah mejeng di papan kemarin.
    Gue tunggu yang berikutnya di papan pengumuman.

    Sekedar saran nih, bisa gak perbaikin tampilan blognya, biar pas kebuka, jendelanya gak mutarin dekstrop? Soalnya pusing gue lihat berputar kayak gitu.

    NB: langsung gue follow dah nih blog.

    BalasHapus